Pada tahun ke-10 Hijriyah, di Padang Arafah, di hadapan lebih dari seratus ribu sahabat, Rasulullah ﷺ menyampaikan khutbah yang kemudian dikenal sebagai Khutbah Wada’ — khutbah perpisahan.
Beliau sadar, ini adalah momen terakhir menyampaikan pesan besar kepada umatnya.
Khutbah ini bukan hanya nasihat spiritual. Ia adalah deklarasi etika, sosial, kemanusiaan, dan keadilan yang sangat relevan untuk semua zaman — termasuk hari ini.
Di tengah dunia yang dipenuhi konflik, ketidakadilan, dan krisis moral, isi khutbah ini terasa sangat “modern”.
Kesucian Jiwa, Harta, dan Kehormatan Manusia
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian adalah suci, sebagaimana sucinya hari ini, di bulan ini, di negeri ini.”
Pesan ini menegaskan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi hak asasi manusia:
-
Tidak boleh menzalimi
-
Tidak boleh merampas hak orang lain
-
Tidak boleh merusak kehormatan sesama
Relevansi hari ini:
Di era fitnah, ujaran kebencian, penipuan, dan perundungan, pesan ini menjadi pengingat kuat tentang menjaga martabat manusia.
Larangan Riba dan Penindasan Ekonomi
Rasulullah ﷺ menghapus seluruh praktik riba yang terjadi di masa jahiliyah.
Ini adalah pesan bahwa Islam menolak sistem ekonomi yang menindas dan merugikan orang lemah.
Relevansi hari ini:
Ketimpangan ekonomi, eksploitasi, dan praktik tidak adil masih terjadi. Khutbah ini menegaskan pentingnya keadilan dalam muamalah.
Hak dan Perlakuan Baik terhadap Perempuan
Rasulullah ﷺ berpesan:
“Perlakukanlah perempuan dengan baik, karena mereka adalah amanah di sisi kalian.”
Di masa ketika perempuan sering diperlakukan tidak adil, Islam justru mengangkat martabat mereka.
Relevansi hari ini:
Pesan ini sangat penting di tengah isu kekerasan rumah tangga, ketidakadilan, dan kurangnya penghormatan terhadap perempuan.
Persaudaraan dan Kesetaraan Umat Manusia
Salah satu bagian paling terkenal dari khutbah ini:
“Tidak ada kelebihan orang Arab atas non-Arab, tidak pula non-Arab atas Arab. Tidak ada kelebihan yang berkulit putih atas yang hitam, kecuali takwa.”
Ini adalah deklarasi kesetaraan manusia yang luar biasa.
Relevansi hari ini:
Di tengah rasisme, diskriminasi, dan fanatisme golongan, pesan ini menjadi solusi yang sangat kuat.
Berpegang Teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah
Rasulullah ﷺ menutup dengan pesan penting:
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara. Jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, kalian tidak akan tersesat: Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.”
Ini adalah kompas hidup umat Islam sepanjang zaman.
Relevansi hari ini:
Di era informasi yang membingungkan, kembali kepada Qur’an dan Sunnah adalah cara menjaga arah hidup.
Benang Merah Khutbah Wada’
Jika dirangkum, khutbah ini menekankan:
-
Menjaga hak manusia
-
Keadilan sosial dan ekonomi
-
Penghormatan terhadap perempuan
-
Kesetaraan tanpa diskriminasi
-
Kembali kepada Qur’an dan Sunnah
Ini bukan hanya pesan abad ke-7. Ini adalah nilai universal yang dibutuhkan abad ke-21.
Penutup
Di Padang Arafah itu, Rasulullah ﷺ tidak meninggalkan pesan tentang kekuasaan, harta, atau kejayaan dunia. Beliau meninggalkan pesan tentang akhlak, keadilan, dan kemanusiaan.
Khutbah Wada’ adalah warisan moral terbesar untuk umat ini.
Dan selama manusia masih hidup berdampingan, pesan khutbah ini akan selalu relevan — menjadi cahaya penuntun di tengah gelapnya zaman.
Leave a comment