Home Islamic studies Cara Nabi ﷺ Memperlakukan Keluarga di Rumah
Islamic studies

Cara Nabi ﷺ Memperlakukan Keluarga di Rumah

Share
Cara Nabi ﷺ Memperlakukan Keluarga di Rumah
Muslim family relaxing and playing at home
Share

Banyak orang terlihat sangat baik di luar rumah, tetapi berubah ketika berada di dalam rumah. Padahal, ukuran akhlak seseorang dalam Islam justru sangat terlihat dari bagaimana ia memperlakukan keluarganya.

Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam hal ini. Dalam banyak riwayat, disebutkan bahwa beliau membantu pekerjaan rumah, menjahit pakaiannya sendiri, memerah susu, dan tidak pernah bersikap kasar kepada keluarganya. Kesibukan beliau sebagai pemimpin umat tidak membuatnya abai terhadap suasana rumah.

Kelembutan yang Terlihat dalam Keseharian

Nabi ﷺ berbicara dengan lembut kepada istri-istrinya. Beliau mendengarkan, bercanda, dan menciptakan suasana hangat di rumah. Rumah bukan tempat meluapkan lelah dan emosi, tetapi tempat menghadirkan ketenangan.

Sikap ini menunjukkan bahwa keluarga berhak mendapatkan versi terbaik dari diri kita, bukan sisa energi setelah menghadapi dunia luar.

Membantu Pekerjaan Rumah sebagai Bentuk Kerendahan Hati

Dalam riwayat disebutkan bahwa ketika di rumah, Nabi ﷺ membantu pekerjaan keluarga. Ini bukan soal tugas, tetapi soal kerendahan hati dan kebersamaan.

Ketika suami atau ayah terlibat dalam urusan rumah, tercipta rasa saling menghargai dan kebersamaan yang kuat.

Menghargai Perasaan Anggota Keluarga

Nabi ﷺ sangat peka terhadap perasaan keluarganya. Beliau memahami kapan harus berbicara, kapan harus diam, dan kapan harus menghibur. Kepekaan ini membuat hubungan di rumah dipenuhi rasa saling mengerti.

Banyak konflik rumah tangga muncul bukan karena masalah besar, tetapi karena kurangnya perhatian terhadap perasaan satu sama lain.

Rumah sebagai Tempat Ketenangan

Allah menyebut rumah tangga sebagai tempat sakinah (ketenangan). Ketika akhlak baik dihadirkan di rumah, suasana menjadi nyaman dan penuh keberkahan.

Penutup

Meneladani Rasulullah ﷺ tidak selalu harus dalam perkara besar. Cara beliau bersikap di rumah adalah pelajaran yang sangat praktis untuk kehidupan sehari-hari.

Ketika seseorang memperbaiki sikapnya kepada keluarga, ia sedang membangun rumah yang bukan hanya nyaman dihuni, tetapi juga diridhai Allah.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles
Etika Bertetangga dalam Islam yang Mulai Terlupakan
Islamic studies

Etika Bertetangga dalam Islam yang Mulai Terlupakan

Dalam kehidupan bermasyarakat, tetangga adalah orang terdekat setelah keluarga. Mereka yang paling...

Hadits tentang Mengendalikan Marah dan Emosi
Islamic studies

Hadits tentang Mengendalikan Marah dan Emosi

Marah adalah emosi yang sangat manusiawi. Setiap orang pernah merasakannya. Namun dalam...

Adab Berbicara: Lisan yang Menyelamatkan, Bukan Menyakiti
Islamic studies

Adab Berbicara: Lisan yang Menyelamatkan, Bukan Menyakiti

Banyak masalah dalam kehidupan bukan berawal dari niat buruk, tetapi dari cara...

Akhlak Nabi ﷺ dalam Berdagang dan Etika Kerja Modern
Islamic studies

Akhlak Nabi ﷺ dalam Berdagang dan Etika Kerja Modern

Sebelum diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad ﷺ telah dikenal luas sebagai pedagang...