Banyak orang terlihat sangat baik di luar rumah, tetapi berubah ketika berada di dalam rumah. Padahal, ukuran akhlak seseorang dalam Islam justru sangat terlihat dari bagaimana ia memperlakukan keluarganya.
Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam hal ini. Dalam banyak riwayat, disebutkan bahwa beliau membantu pekerjaan rumah, menjahit pakaiannya sendiri, memerah susu, dan tidak pernah bersikap kasar kepada keluarganya. Kesibukan beliau sebagai pemimpin umat tidak membuatnya abai terhadap suasana rumah.
Kelembutan yang Terlihat dalam Keseharian
Nabi ﷺ berbicara dengan lembut kepada istri-istrinya. Beliau mendengarkan, bercanda, dan menciptakan suasana hangat di rumah. Rumah bukan tempat meluapkan lelah dan emosi, tetapi tempat menghadirkan ketenangan.
Sikap ini menunjukkan bahwa keluarga berhak mendapatkan versi terbaik dari diri kita, bukan sisa energi setelah menghadapi dunia luar.
Membantu Pekerjaan Rumah sebagai Bentuk Kerendahan Hati
Dalam riwayat disebutkan bahwa ketika di rumah, Nabi ﷺ membantu pekerjaan keluarga. Ini bukan soal tugas, tetapi soal kerendahan hati dan kebersamaan.
Ketika suami atau ayah terlibat dalam urusan rumah, tercipta rasa saling menghargai dan kebersamaan yang kuat.
Menghargai Perasaan Anggota Keluarga
Nabi ﷺ sangat peka terhadap perasaan keluarganya. Beliau memahami kapan harus berbicara, kapan harus diam, dan kapan harus menghibur. Kepekaan ini membuat hubungan di rumah dipenuhi rasa saling mengerti.
Banyak konflik rumah tangga muncul bukan karena masalah besar, tetapi karena kurangnya perhatian terhadap perasaan satu sama lain.
Rumah sebagai Tempat Ketenangan
Allah menyebut rumah tangga sebagai tempat sakinah (ketenangan). Ketika akhlak baik dihadirkan di rumah, suasana menjadi nyaman dan penuh keberkahan.
Penutup
Meneladani Rasulullah ﷺ tidak selalu harus dalam perkara besar. Cara beliau bersikap di rumah adalah pelajaran yang sangat praktis untuk kehidupan sehari-hari.
Ketika seseorang memperbaiki sikapnya kepada keluarga, ia sedang membangun rumah yang bukan hanya nyaman dihuni, tetapi juga diridhai Allah.
Leave a comment